Lebaran 3: Idul Fitri Untuk Ilham

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Laa Ilaha Illallahu Allahu Akbar… Allahu Akbar Walillahilhamd… Takbir bergema di langit seantero alam, menyambut datangnya bulan penuh kemenangan. Seluruh umat Islam telah mempersiapkan diri sejak subuh hari untuk pergi ke mesjid untuk menunaikan sholat Idul Fitri berjemaah. Tidak terkecuali untuk Ilham, Ilham menutup pintu rumahnya, menguncinya, lalu berangkat menuju mesjid.

Mesjid yang Ilham datang sudah ramai akan jemaah yang juga ingin menunaikan ibadah sholat Idul Fitri. Sambil menunggu sholat dimulai, mereka memanjatkan takbir hingga menggema ke segala penjuru.

Ketua Badan Kenaziran Mesjid berpidato tentang jumlah zakat fitrah yang diterima oleh panitia penerimaan zakat fitrah, lalu menjelaskan tata cara pelaksanaan sholat Idul Fitri pada pagi hari itu.

Sholat Idul Fitri pun dimulai. Seluruh jemaah sholat Idul Fitri bangkit berdiri, mengangkat tangan melakukan takbiratul ihram, dan tenggelam dalam ibadah yang khusyuk. Suara lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dari sang imam pun tak pelak membuat beberapa orang jemaah menjadi sesenggukan menahan air mata.

Selepas sholat Idul Fitri berjemaah, seluruh jemaah saling berjabat tangan sambil bermaaf-maafan. Tidak jarang mereka saling berpelukan sambil menitikan air mata. Ilham berjalan keluar dari dalam mesjid. Dia melihat banyak keluarga yang berjalan beriringan, saling bersenda gurau sepanjang jalan pulang. Ilham hanya bisa tersenyum kecil melihat pemandangan indah itu.

Ilham terus berjalan, dia tidak langsung pulang ke rumah. Dia berjalan menuju sebuah taman pemakaman umum. Di depan makam Ibunya dia memanjatkan doa dan beberapa surat pendek Al-Qur’an. Dia menyeka air matanya yang mengalir dengan derasnya.

Kini dia menjalani hari-hari raya seorang diri. Tidak ada lagi sosok Ibu yang menemaninya dan menjadi tempatnya bersimpuh di hari kemenangan itu. Cukup lama dirinya berada di depan makam Ibunya. Hingga ponselnya berdering membuyarkan lamunannya. Ilham bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan makam Ibunya sambil menjawab panggilan di ponselnya.

2 thoughts on “Lebaran 3: Idul Fitri Untuk Ilham

    1. Halo Kak Kartini,
      Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena telah menyempatkan diri mengunjungi blog saya ini. Alhamdulillah, sebagian tulisan saya yang ada di blog ini sedang dalam proses menjadi sebuah novel di penerbitan indie. Doakan ya Kak semoga cepat selesai prosesnya.

      Oh, ya. Untuk undangan bergabung dengan grup FB Lingkar Sastra itu, sudah saya kirim request bergabungnya. Terima kasih atas undangannya.

      xoxo,
      Muhammad Solihin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *