day17

Random 17: Tantangan Lagu Cinta

“Ih… Lucu banget sih. Ngegemesin banget…”, ujar siswi pertama.
“Iya, lucu banget. Kapan-kapan mau ya jalan-jalan bareng kami…”, ujar siswi kedua.

Begitulah komentar dan pujian yang diterima oleh Chris semenjak penampilannya diubah. Setiap pagi selalu ada siswi baik yang setingkat kami mau pun senior yang datang berkerumun menghampiri Chris. Jika yang dikerumuni gadis-gadis adalah Dani maka kami tidak khawatir, namun yang sedang dikerumuni saat ini adalah Chris.

“Apa dia tidak apa-apa kita biarkan dikerumuni gadis-gadis seperti itu?”, tanyaku.
“Sudahlah kapten, nanti juga para gadis itu bosan sendiri.”, jawab Akbar.
“Iya. Biarkan saja. Huft.”, sambung Dani.

Seperti biasa, Dani cemburu jika para gadis di sekolah tidak menaruh perhatian padanya. Terlebih lagi di saat-saat seperti ini saat pamor Chris sedang naik-naiknya.

Zanuar dan Zikri pun datang, kemudian disusul oleh Nuri. Mereka bertiga pun akhirnya membubarkan para gadis yang mengerumuni Chris karena mereka menghalangi pintu masuk kelas. Nuri sempat memekik kesal melihat para gadis yang berkerumun di kelas setiap pagi. Namun saat dia melihat ke arah Dani, dia mendadak diam dan menundukkan kepala lalu langsung duduk ke tempat duduknya.

“Psstt… Kapten…”, bisik Akbar memanggil.
“Apa?”, sahutku juga berbisik.
“Kapten sadar gak, sepertinya Nuri naksir Dani deh.”, kata Akbar.
“Hah?! Masa sih?”, tanyaku kaget.
“Pssttt… Jangan keras-keras.”, jawab Akbar.

Apa mungkin Nuri yang tomboy dan terkesan galak tiba-tiba menyukai Dani? Bukankah mereka berdua terkenal tidak akur satu sama lain? Lalu apakah Dani menyadarinya?

Beberapa hari lagi penyisihan kompetisi tingkat kota akan dimulai. Para coach Serenity akhirnya mengizinkan Purple Team untuk ikut dalam tantangan mingguan yang selalu diberikan kepada setiap tim. Tema tantangan kali ini adalah lagu cinta. Mungkin terdengar mudah, namun akan sedikit sulit bagi tim kami yang seluruh anggotanya adalah laki-laki.

Green Team dan Orange Team tampak sangat bersemangat mempersiapkan lagu dan koreografi. Sementara itu tim kami masih belum memutuskan lagu apa yang akan kami tampilkan. Kami pun membahasnya pada waktu istirahat sekolah, di meja panjang di kantin sekolah, di sebuah sudut yang menjadi tempat berkumpulnya anggota Serenity serta Alvin and The Black Crew saat istirahat sekolah.

Seperti biasa, Green Team dan Orange Team selalu mencari sensasi dengan musikalitas mereka. Kantin sekolah yang ramai pun mereka jadikan wahan untuk melakukan konser kecil-kecilan. Kali ini Kak Setyo dan Nikki bernyanyi diiringi permainan gitar dari dua orang anggota Alvin and The Black Crew. Semua siswa-siswi yang ada di kantin langsung tertarik perhatiannya hingga akhirnya menikmati penampilan mereka berdua. Mereka menyanyikan lagu Teman Tapi Mesra secara akustik namun penampilan mereka berdua benar-benar istimewa, terlebih lagi saat dua orang gadis dari Green Team berdiri dan menjadi model koreografi mereka berdua. Terlebih pada akhir lagu mereka mengajak semua siswa-siswi di kantin untuk mengangkat dan menepuk tangan mereka di udara. Penampilan mereka ditutup oleh tepuk tangan yang meriah dari para siswa-siswi.

“Bagaimana kita menampilkan lagu cinta, tapi kita semua yang bernyanyi adalah laki-laki?”, tanya Zanuar.
“Belum lagi peraturan di Serenity yang tidak memperbolehkan kita membawa masalah pribadi dan cinta ke atas panggung.”, sambung Zikri.
“Hmm… Lalu bagaimana sekarang kapten?”, tanya Chris lagi.

Aku masih belum menemukan ide sama sekali. Tiba-tiba Kak Radit menghampiri kami berenam.

“Kalian sedang membahas apa?”, tanya Kak Radit.
“Lagu untuk tantangan minggu ini Kak. Belum ada ide nih.”, jawabku.
“Ah… Tantangan pertama di Serenity. Aku jadi ingat tantangan pertama setelah timku terbentuk. Benar-benar horor.”, ujar Kak Radit.
“Horor? Horor bagaimana Kak?”, tanya Chris.
“Tentu saja horor. Tantangan yang diberikan oleh Pak Danu adalah dangdut.”, jawab Dani.
“Bulu kudukku masih berdiri jika mengingatnya. Hiiiihhh…”, ujar Kak Radit yang berjalan kembali ke tempat duduknya tadi.

Kak Radit memegangi bagian belakang lehernya sambil berjalan. Mungkin lagi-lagi bulu kuduknya berdiri karena teringat kejadian saat dirinya bernyanyi dangdut. Memangnya lagu apa yang mereka tampilkan sampai-sampai Kak Radit trauma seperti itu?

“Tunggu, dangdut?”, tanyaku dalam hati.
“Memang apa salahnya menyanyi dangdut?”, tanya Akbar tiba-tiba.
“Masalahnya bukan pada lagu atau gerakannya, tetapi pada kostum yang dia kenakan. Kak Vio mendandani Kak Radit sangat total bagai biduan dangdut lalu memosting fotonya di twitter. Alhasil Kak Radit menjadi bahan olok-olokan para anggota Serenity sebulan penuh.”, jawab Dani.
“Sampai separah itukah?”, tanya Akbar lagi.
“Yuhu.”, jawab Dani.
“Teman-teman, aku sudah punya ide untuk penampilan kita nanti.”, kataku.
“Apa itu kapten?”, tanya Zanuar dan Zikri bersamaan.
“Kita akan menyanyikan lagu dangdut.”, jawabku.
“Apaa????”, teriak mereka berlima.