gym

My New Gym Membership – Rino Barbel

Setelah meliburkan diri selama seminggu dari kegiatan gym dan berpisah dengan barbel, akhirnya siang ini saya dapat melepaskan kerinduan saya dengan barbel. Dimulai dengan latihan bench press hingga squat saya jalani dengan senang hati. Terlebih lagi seorang teman dari gym lain tempat saya berlatih juga berlatih di gym yang hari ini saya datangi. Ini adalah salah satu keistimewaan berlatih di gym, pergaulan menjadi luas dan memperbanyak teman. Di gym yang sering saya datangi sekarang, pemiliknya sangat ramah terutama kepada saya sehingga saya betah berlatih di sana.

Mulai hari ini saya resmi menjadi member di gym tersebut. Dengan nomor anggota ke-701 semoga saya akan betah berlatih di sana. Amin

xoxo

Muhammad Solihin

Gym

Gym, satu kata yang sekarang sangat erat hubungannya dengan aktivitas olahraga angkat beban dan juga orang-orang yang memiliki bentuk tubuh seperti para binaragawan/i. Namun menurut saya kata “gym” tersebut tidak hanya dikaitkan dengan dua bidang itu saja. Bagi saya kata tersebut merupakan refleksi dari gaya hidup, gaya hidup sehat yang sedang saya terapkan di kehidupan saya sehari-hari. Jujur sebelum saya melakukan olahraga di gym,  saya merupakan sosok laki-laki dengan tinggi 170 cm dan berat badan hanya 50 kg. Sosok yang sangat kurus menurut saya.

Bayangkan, untung menaikan berat badan bagi saya dulu adalah suatu pencapaian yang sungguh luar biasa, namun untuk menurunkan berat badan tidak terlalu sulit bagi saya. Naik sedikit kemudian turun secara drastis. Hal tersebut saya alami semenjak SMA hingga saya kuliah di semester lima.  Hingga pada suatu minggu saya menonton sebuah iklan susu pembentuk otot di televisi dengan tagline-nya berbunyi seperti ini: “Kerempeng mana keren”. Mendengar kalimat tersebut setiap kali melihat iklan tersebut membuat saya penasaran dan ingin mencari tahu mengapa iklan tersebut menggunakan tagline tersebut. Ternyata iklan susu tersebut tidak hanya mengiklankan produknya melalui iklan tersebut, tapi juga mengajak masyarakat untuk melakukan gaya hidup sehat. Terbukti sudah banyak komunitas pecinta gaya hidup sehat  yang terbentuk di setiap kota di Indonesia yang awalnya terinspirasi oleh iklan-iklan yang dibuat produk susu pembentuk otot tersebut juga melalui akun facebook, twitter dan official website-nya.

Singkat cerita, semenjak saat itu saya memutuskan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Karena salah satu artikel di official website produk tersebut mengatakan jika ingin menaikkan berat badan, jangan menambah berat badan dari segi lemak di dalam tubuh tetapi naikkan dari segi massa otot. Justru persentase lemak di dalam tubuh harus dikurangi. Jadi metode yang harus saya lakukan untuk menaikkan berat badan adalah mengurangi kadar lemak dalam tubuh saya, dan menaikkan massa otot saya.

Setelah mengetahui hal tersebut saya semakin tertarik untuk menerapkan gaya hidup sehat dan gemar berolahraga, mulai dengan bermain futsal bersama teman-teman kuliah, jogging di areal kampus setiap sore, hingga pergi ke gym untuk latihan beban. Memang awalnya tantangan terbesar untuk pergi ke gym / fitness center adalah sikap pemalu saya, malu dengan para pria di gym yang sudah  memiliki bentuk tubuh yang bagus sementara tubuh saya saat itu sangat kurus. Tetapi tekad yang kuat untuk menaikkan berat badan membuat saya melangkahkan kaki untuk pertama kalinya ke semua gym yang sudah terkenal di daerah kampus saya. Ternyata kenyataan yang saya lihat berbeda 180 derajat dari yang saya bayangkan sebelumnya, banyak orang yang datang ke gym tersebut karena bernasib sama dengan saya dan sedang berusaha mengubahnya. Ada juga yang memiliki kelebihan berat badan sedang berusaha menurunkan berat badannya. Terlebih lagi para member di gym itu ramah-tamah dan mau berbagi informasi dan pengalamannya. Semenjak saat itu akhirnya latihan di gym merupakan hobi saya. Walau setelah latihan di gym untuk pertama kalinya tubuh saya terasa kaku dan sulit untuk digerakkan, bahkan untuk mengangkat tas dan gelas saya merasa kesulitan tapi hal tersebut tidak menyurutkan langkah saya untuk terus maju. Dan akhirnya sekarang berat badan saya berkisar antara 62 – 65 kg. Jika dihitung dengan BMI, sudah termasuk berat badan ideal. Sekarang target saya adalah membentuk otot di bagian perut.

xoxo

Muhammad Solihin