setiap

Panggilan Heboh (Lanjutan)

Oke, singkat kata singkat cerita kemarin itu aku mendapatkan telepon yang sangat membuat kaget. Pasalnya saat itu memang masih pagi dan saya baru saja bangun tidur. Mau tahu telepon itu datang dari siapa? Jreng jreng jreng… Ya, benar! Telepon itu datang dari Jakarta. Tepatnya dari kantor pusat bank BUMN yang aku ikuti proses rekrutmennya. Petugas yang menghubungiku menanyakan perihal pengumuman yang belum kunjung tiba setelah tiga bulan lamanya. Namun, beliau harus rela menelan pil pahit ketika aku mengaku kalau harus mundur dari rekrutmen tersebut karena sudah terlalu lama menunggu dan telah telanjur menandatangani kontrak.

Dan… Usut punya usut, ternyata cuma aku satu-satunya peserta dari Medan yang melaju ke tahap interview direksi. Alhamdulilah…

xoxo,
Muhammad Solihin

Tanggal Mulai Magang

Akhirnya, email pemberitahuan tanggal mulai pemagangan pun datang setelah hampir sebulan kami menunggu. Dimulai pada pertengahan bulan September yang otomatis akan berakhir pada pertengahan bulan Maret.

Sehari sebelum aktif magang, kami sudah hari berada di mess karyawan dengan membawa beberapa persyaratan yang sudah diminta untuk dipersiapkan.

Insha Allah berkah. Amin.

xoxo,
Muhammad Solihin

Shopaholic

Hyohohoho, meski sudah berkali-kali ditonton, tapi film “Confession of Shopaholic” tetap enak untuk kutonton sendiri. Karena setiap kali saya tonton film itu, banyak ide-ide baru bermunculan di kepala saya untuk ditulis. Mungkin karena efek ceritanya yang juga sama-sama tentang penulis, meski tema yang diusung tetap percintaan.

xoxo,
Muhammad Solihin

Proyek Menulis Buku

Yei, kali ini saya tengah disibukkan dengan penggarapan sebuah buku bersama kelompok 12. Hyohohoho dan kelompok kami mendapat tugas untuk membuat buku kumpulan fiksi mini dengan sekilas humor di dalamnya.

Wow, fiksi mini? Hyohohoho iya. Ini adalah kali pertamanya saya menulis fiksi yang sangat singkat. Semacam tantangan tersendiri untuk saya yang biasanya menulis cerita pendek atau pun novel. Semoga proyek ini berjalan dengan lancar sebelum berangkat ke Kuala Tanjung.

xoxo,
Muhammad Solihin

Susu Kambing

Jadi ceritanya belakang ini saya sedang giat-giat mengonsumsi susu kambing setiap sore. Semenjak beberapa hari sebelum Medical Check Up, saya sudah mulai mengonsumsinya. Rasanya sih layaknya susu biasa karena tidak diberi gula atau pemanis tambahan lainnya. Khasiatnya lumayan terasa, karena saya yang sering batuk-batuk beberapa waktu yang lalu kini sudah merasa lebih baik. Semoga khasiat baiknya terus terasa di tubuh. Amin.

xoxo,
Muhammad Solihin

Lama Tidak Posting

Halo, halo, halo… Sudah lama nih saya tidak posting. Hihihi… Lagi sibuk jadi penulis cerpen dadakan soalnya. Terhitung sudah ada 13 event menulis cerpen yang saya ikuti. Dan… Alhamdulillah, ada 2 naskah yang belum beruntung. Hihihi…

Tapi jangan sedih, karena sudah ada 2 naskah cerpen saya yang lolos menjadi kontributor dan kedua naskah itu akan dibukukan bersama para penulis hebat lainnya. Walau belum menjadi juara, tapi bisa disandingkan dengan para penulis hebat itu saya juga sudah senang sekali. Hyohohoho.

Oh ya, saya punya berita baik lainnya. Tapi saya tahan dulu deh, biar surprise!!! Ditunggu ya.

Xoxo,
Muhammad Solihin

Lebaran 3: Idul Fitri Untuk Ilham

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Laa Ilaha Illallahu Allahu Akbar… Allahu Akbar Walillahilhamd… Takbir bergema di langit seantero alam, menyambut datangnya bulan penuh kemenangan. Seluruh umat Islam telah mempersiapkan diri sejak subuh hari untuk pergi ke mesjid untuk menunaikan sholat Idul Fitri berjemaah. Tidak terkecuali untuk Ilham, Ilham menutup pintu rumahnya, menguncinya, lalu berangkat menuju mesjid.

Mesjid yang Ilham datang sudah ramai akan jemaah yang juga ingin menunaikan ibadah sholat Idul Fitri. Sambil menunggu sholat dimulai, mereka memanjatkan takbir hingga menggema ke segala penjuru.

Ketua Badan Kenaziran Mesjid berpidato tentang jumlah zakat fitrah yang diterima oleh panitia penerimaan zakat fitrah, lalu menjelaskan tata cara pelaksanaan sholat Idul Fitri pada pagi hari itu.

Sholat Idul Fitri pun dimulai. Seluruh jemaah sholat Idul Fitri bangkit berdiri, mengangkat tangan melakukan takbiratul ihram, dan tenggelam dalam ibadah yang khusyuk. Suara lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dari sang imam pun tak pelak membuat beberapa orang jemaah menjadi sesenggukan menahan air mata.

Selepas sholat Idul Fitri berjemaah, seluruh jemaah saling berjabat tangan sambil bermaaf-maafan. Tidak jarang mereka saling berpelukan sambil menitikan air mata. Ilham berjalan keluar dari dalam mesjid. Dia melihat banyak keluarga yang berjalan beriringan, saling bersenda gurau sepanjang jalan pulang. Ilham hanya bisa tersenyum kecil melihat pemandangan indah itu.

Ilham terus berjalan, dia tidak langsung pulang ke rumah. Dia berjalan menuju sebuah taman pemakaman umum. Di depan makam Ibunya dia memanjatkan doa dan beberapa surat pendek Al-Qur’an. Dia menyeka air matanya yang mengalir dengan derasnya.

Kini dia menjalani hari-hari raya seorang diri. Tidak ada lagi sosok Ibu yang menemaninya dan menjadi tempatnya bersimpuh di hari kemenangan itu. Cukup lama dirinya berada di depan makam Ibunya. Hingga ponselnya berdering membuyarkan lamunannya. Ilham bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan makam Ibunya sambil menjawab panggilan di ponselnya.