tantangan

Tantangan Di Awal Tahun

Waw. Baru sepekan mencicipi tahun 2017, kini saya dihadapkan pada sebuah tantangan baru di pekerjaan. Tetapi mari kita sikapi tantangan tersebut sebagai tolok ukur perkembangan diri di dunia kerja. Semoga saya bisa menjalani tantangan tersebut dengan baik. Amin.

Oh, ya. Untuk novel ketiga yang masih dalam proses pengerjaan, sepertinya saya sendiri sebagai pengarangnya masih belum menemukan ujung cerita ini. Sebab, ada beberapa alternatif akhir cerita yang sudah saya siapkan dan belum memutuskan pilihan mana yang pas. Doakan semoga selesai di awal-awal tahun ini, dan doakan juga bisa menembus penerbit mayor. Amin.

xoxo,

Muhammad Solihin

Random 18: Tantangan Lagu Cinta (extended)

Setelah perdebatan yang panjang di timku dan beberapa kali latihan akhirnya kami siap untuk tampil di auditorium. Tiga tim Serenity sudah siap untuk menunjukkan kemampuan masing-masing yang akan diiringi para anggota Alvin and The Black Crew. Seperti biasa, giliran tampil akan ditentukan berdasarkan undian. Beruntung kami mendapat urutan tampil terakhir. Penampilan pertama jatuh kepada Orange Team. Mereka berdelapan pun buru-buru naik ke atas panggung kemudian mengambil posisi yang sudah ditentukan. Kami pun duduk manis di bangku penonton bersama ketiga coach dan Green Team. Ada beberapa siswa-siswi lain di auditorium ini, sepertinya mereka sedang tidak punya kegiatan sepulang sekolah dan iseng melihat penampilan kami.

Orange Team menyanyikan lagu Cinta Indonesia dengan arasemen lagu yang tidak terlalu banyak. Benar sekali, tema dari tantangan kali ini adalah lagu cinta, namun tidak dijelaskan secara rinci lagu cinta yang seperti apa. Terlebih lagi para anggota Orange Team sepertinya sengaja membawa lagu bertema cinta yang universal.

Penampilan selanjutnya adalah penampilan dari Green Team. Kak Radit dan timnya naik ke atas panggung, Kak Radit pun mengedipkan matanya ke arah Kak Alvin. Kak Alvin pun mulai menekan tuts-tuts pianonya. Lagu Mau Dibawa Kemana menjadi lagu pilihan mereka. Penampilan mereka sungguh kontras dengan penampilan Orange Team yang penuh semangat. Mereka sepertinya sengaja membawa lagu yang berirama pelan namun mengutamakan kualitas vokal masing-masing anggota tim.

Giliran kami untuk tampil. Wajah Dani tampak santai, namun keempat temanku yang lain tampak cemas dengan pilihan lagu yang akan kami bawakan. Meski kami mengenakan jas formal, namun tetap saja sepertinya mereka ragu. Kak Alvin menoleh ke arahku, menunggu aba-aba dariku. Aku pun mengedipkan mata padanya dan Kak Alvin beserta bandnya mulai memainkan musik.

Lagu yang kami bawakan adalah Sabda Cinta. Lagu dangdut berirama melayu yang harus dinyanyikan dengan cengkok dan nada yang tepat. Karena sejatinya lagu ini adalah lagu duet, maka kami membagi lagu tersebut menjadi tiga bagian. Bagian pertama dinyanyikan oleh Zanuar dan Zikri. Zanuar mengambil bagian Iyeth Bustami dan Zikri mengambil bagian Erie Suzan, sedangkan aku dan Dani menjadi back-up vokal bagian mereka. Bagian kedua dibawakan oleh Chris dan Akbar. Pada bagian ini mereka berdua menyanyikan bait dan melakukan pecah suara pada bagian refrain. Lalu akhirnya tiba giliranku untuk menyanyikan refrain bersama Dani lalu menyanyikan refrain bersama-sama dengan keempat temanku yang lain. Aku dan Dani pun menutup penampilan kami dengan tembakan nada tinggi yang spektakuler.

Dua tim Serenity yang lain, Alvin and The Black Crew, serta para coach melakukan standing ovation untuk kami. Para siswa-siswi lain yang berada di auditorium pun ikut memberikan tepuk tangan untuk kami berenam. Kami pun membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan pada mereka yang memberikan tepuk tangan pada kami.

Tantangan lagu cinta pun berakhir. Kini saatnya para coach untuk menentukan pemenang dari tantangan ini. Kak Rio berjalan naik ke atas panggung.

“Baik, pemenang dari tantangan kali ini… Sudah jelas, Purple Team!!!”, ujar Kak Rio.
“Yeeaaaaa!!!”, teriak kami berenam.
“Pemenang dari tantangan kali ini berhak untuk mendapatkan makan malam gratis masing-masing untuk dua orang di The Stage. Jadi, jangan datang sendiri ya.”, ujar Kak Rio.
“Asyik, makan malam.”, ujar Dani.
“Memangnya kamu sudah tahu akan membawa siapa?”, tanyaku.
“Oh iya…”, jawabnya.

Random 17: Tantangan Lagu Cinta

“Ih… Lucu banget sih. Ngegemesin banget…”, ujar siswi pertama.
“Iya, lucu banget. Kapan-kapan mau ya jalan-jalan bareng kami…”, ujar siswi kedua.

Begitulah komentar dan pujian yang diterima oleh Chris semenjak penampilannya diubah. Setiap pagi selalu ada siswi baik yang setingkat kami mau pun senior yang datang berkerumun menghampiri Chris. Jika yang dikerumuni gadis-gadis adalah Dani maka kami tidak khawatir, namun yang sedang dikerumuni saat ini adalah Chris.

“Apa dia tidak apa-apa kita biarkan dikerumuni gadis-gadis seperti itu?”, tanyaku.
“Sudahlah kapten, nanti juga para gadis itu bosan sendiri.”, jawab Akbar.
“Iya. Biarkan saja. Huft.”, sambung Dani.

Seperti biasa, Dani cemburu jika para gadis di sekolah tidak menaruh perhatian padanya. Terlebih lagi di saat-saat seperti ini saat pamor Chris sedang naik-naiknya.

Zanuar dan Zikri pun datang, kemudian disusul oleh Nuri. Mereka bertiga pun akhirnya membubarkan para gadis yang mengerumuni Chris karena mereka menghalangi pintu masuk kelas. Nuri sempat memekik kesal melihat para gadis yang berkerumun di kelas setiap pagi. Namun saat dia melihat ke arah Dani, dia mendadak diam dan menundukkan kepala lalu langsung duduk ke tempat duduknya.

“Psstt… Kapten…”, bisik Akbar memanggil.
“Apa?”, sahutku juga berbisik.
“Kapten sadar gak, sepertinya Nuri naksir Dani deh.”, kata Akbar.
“Hah?! Masa sih?”, tanyaku kaget.
“Pssttt… Jangan keras-keras.”, jawab Akbar.

Apa mungkin Nuri yang tomboy dan terkesan galak tiba-tiba menyukai Dani? Bukankah mereka berdua terkenal tidak akur satu sama lain? Lalu apakah Dani menyadarinya?

Beberapa hari lagi penyisihan kompetisi tingkat kota akan dimulai. Para coach Serenity akhirnya mengizinkan Purple Team untuk ikut dalam tantangan mingguan yang selalu diberikan kepada setiap tim. Tema tantangan kali ini adalah lagu cinta. Mungkin terdengar mudah, namun akan sedikit sulit bagi tim kami yang seluruh anggotanya adalah laki-laki.

Green Team dan Orange Team tampak sangat bersemangat mempersiapkan lagu dan koreografi. Sementara itu tim kami masih belum memutuskan lagu apa yang akan kami tampilkan. Kami pun membahasnya pada waktu istirahat sekolah, di meja panjang di kantin sekolah, di sebuah sudut yang menjadi tempat berkumpulnya anggota Serenity serta Alvin and The Black Crew saat istirahat sekolah.

Seperti biasa, Green Team dan Orange Team selalu mencari sensasi dengan musikalitas mereka. Kantin sekolah yang ramai pun mereka jadikan wahan untuk melakukan konser kecil-kecilan. Kali ini Kak Setyo dan Nikki bernyanyi diiringi permainan gitar dari dua orang anggota Alvin and The Black Crew. Semua siswa-siswi yang ada di kantin langsung tertarik perhatiannya hingga akhirnya menikmati penampilan mereka berdua. Mereka menyanyikan lagu Teman Tapi Mesra secara akustik namun penampilan mereka berdua benar-benar istimewa, terlebih lagi saat dua orang gadis dari Green Team berdiri dan menjadi model koreografi mereka berdua. Terlebih pada akhir lagu mereka mengajak semua siswa-siswi di kantin untuk mengangkat dan menepuk tangan mereka di udara. Penampilan mereka ditutup oleh tepuk tangan yang meriah dari para siswa-siswi.

“Bagaimana kita menampilkan lagu cinta, tapi kita semua yang bernyanyi adalah laki-laki?”, tanya Zanuar.
“Belum lagi peraturan di Serenity yang tidak memperbolehkan kita membawa masalah pribadi dan cinta ke atas panggung.”, sambung Zikri.
“Hmm… Lalu bagaimana sekarang kapten?”, tanya Chris lagi.

Aku masih belum menemukan ide sama sekali. Tiba-tiba Kak Radit menghampiri kami berenam.

“Kalian sedang membahas apa?”, tanya Kak Radit.
“Lagu untuk tantangan minggu ini Kak. Belum ada ide nih.”, jawabku.
“Ah… Tantangan pertama di Serenity. Aku jadi ingat tantangan pertama setelah timku terbentuk. Benar-benar horor.”, ujar Kak Radit.
“Horor? Horor bagaimana Kak?”, tanya Chris.
“Tentu saja horor. Tantangan yang diberikan oleh Pak Danu adalah dangdut.”, jawab Dani.
“Bulu kudukku masih berdiri jika mengingatnya. Hiiiihhh…”, ujar Kak Radit yang berjalan kembali ke tempat duduknya tadi.

Kak Radit memegangi bagian belakang lehernya sambil berjalan. Mungkin lagi-lagi bulu kuduknya berdiri karena teringat kejadian saat dirinya bernyanyi dangdut. Memangnya lagu apa yang mereka tampilkan sampai-sampai Kak Radit trauma seperti itu?

“Tunggu, dangdut?”, tanyaku dalam hati.
“Memang apa salahnya menyanyi dangdut?”, tanya Akbar tiba-tiba.
“Masalahnya bukan pada lagu atau gerakannya, tetapi pada kostum yang dia kenakan. Kak Vio mendandani Kak Radit sangat total bagai biduan dangdut lalu memosting fotonya di twitter. Alhasil Kak Radit menjadi bahan olok-olokan para anggota Serenity sebulan penuh.”, jawab Dani.
“Sampai separah itukah?”, tanya Akbar lagi.
“Yuhu.”, jawab Dani.
“Teman-teman, aku sudah punya ide untuk penampilan kita nanti.”, kataku.
“Apa itu kapten?”, tanya Zanuar dan Zikri bersamaan.
“Kita akan menyanyikan lagu dangdut.”, jawabku.
“Apaa????”, teriak mereka berlima.